BEST REVIT PRACTICES : Membuat Model yang Efisien

Software Revit membutuhkan hardware komputer dengan spesifikasi yang lumayan tinggi. Jadi kita perlu membuat model dengan seefisien mungkin. Beberapa hal yang bisa membuat modeling 3D kita menjadi efisien antara lain :

  1. Area Schemes: Buang Area Schemes yang tidak diperlukan agar tidak menumpuk dan berat.
  2. Arrays: Gunakan array untuk obyek yang banyak dan teratur, namun setelah itu kita ungroup jika sudah tidak ada perubahan.
  3. Constraints: Kurangi penggunaan Constraints agar tidak mengakibatkan konflik.
  4. Copy / Monitor: Copy/Monitor memang sangat berguna untuk sinkronasi elemen dengan disiplin lain dalam proyek. Namun sebaiknya digunakan hanya untuk grid dan level saja. Terlalu banyak menggunakan copy/monitor (misalnya saja dipakai pada wall) malah tidak akan efektif.
  5. Design Options: Gunakan Design Options untuk membandingkan opsi desain dengan lebih cepat. Namun jika desain yang disepakati sudah ditentukan, hapus opsi lain agar file tidak berat. Jika opsi desain dalam skala yang besar semisal 90% bagian dalam sebuah bangunan, lebih baik menggunakan file lain daripada Design Options.
  6. Detail Level. Jika material dan jenis elemen bangunan belum ditentukan ( misalnya kusen pintu jendela mau pakai kayu atau pakai alumunium atau bahkan daun pintu dengan baja)  lebih baik gunakan family generic. Dan jika memerlukan typical detail untuk elemen – elemen tersebut gunakan gambar 2D dengan Drafting View atau Detail Component
  7. Detail Lines vs. Model Lines: Detail dan model lines dapat digunakan untuk menambahkan informasi yang mungkin tidak bisa dimodelkan secara efisien. Gunakan detail line untuk menambah informasi yang hanya pada 1 view dan gunakan model line jika informasi tersebut diperlukan untuk beberapa view.
  8. Family Creation: Parametric Family memang membutuhkan source yang besar jadi bisa membuat berat file, namun dengan parametric Family maka kita tidak akan terlalu banyak load type family yang sama misalkan hanya membutuhkan 1 parametric family kolom untuk 10 type. Face based Family lebih sedikit menggunakan source daripada family yang bisa cuts their hosts. Mungkin tidak perlu semua model 3D untuk membuat family karena akan membuat berat. Kita bisa membuat family 3D yang jika terpotong akan menampilakan garis – garis secara 2D yaitu dengan menambahkan family profile pada family 3D. Itu lebih ringan daripada kita membuat family benar – benar 3D sedetail – detailnya.
  9. Groups: Gunakan group untuk lebih cepat membuat perubahan pada bagian yang sama. Namun ungroup jika sudah tidak ada perubahan dan hapus group yang tidak terpakai lewat project browser.
  10. Importing and Linking (AutoCAD DWG files, Revit, Filled Regions, Raster Images): Unload Link yang sudah tidak digunakan lagi.
  11. Joined Geometry: Batasi  joined geometry sesuai kebutuhan.
  12. Levels in Elevation: Jangan gunakan level secara berlebihan. Misalnya untuk lintel beam dan kolom pada bukaan di dinding tidak perlu kita buatkan level. letakan pada level lantai dan beri ketinggian dari level tersebut.
  13. Railing : Tidak perlu sangat detail model 3D-nya. (lihat no 6)
  14. Splitting the Model : Autodesk merekomendasikan untuk memotong (memisah bagian – bagian dari) Model yang mempunyai ukuran byte 160mb untuk revit 32 bit dan 200mb untuk revit 64 bit. Misal untuk bangunan pabrik kita bisa memisahkan bagian produksi dengan bagian warehouse walupun itu 1 gedung. Keuntungannnya selain ringan juga masing – masing bisa dikerjakan oleh orang yang berbeda.
  15. Worksets : Gunakan worksets untuk membuat ringan model. Misalkan kita membuat model bangunan berikut desain landscapenya bisa kita pakai workset bangunan dan workset landscape. Dan lebih baik juga worksets link juga. Jadi ketika kita mengerjakan bangunan worksets landscape bisa dimatikan. Atau pada saat tidak membutuhkan link autocad, worksets link bisa kita matikan agar lebih ringan filenya.
  16. Worksharing : Selain Worksets kita juga bisa memakai worksharing yaitu model dikerjakan oleh 2 orang (lihat pada no 14) tentunya agar tidak saling bertabrakan kita buat worksets untuk masing – masing bagian bangunan. Misal worksets production dan worksets warehouse dan masing – masing yang mengerjakan pastikan utuk mengerjakan dengan worksets aktif yang tepat.
  17. View Range : Sebaiknya view range secukupnya saja jangan terlalu panjang agar load file lebih ringan.
  18. View : hapus view yang tidak perlu.

Leave a Reply