Sketchup sejatinya bukan hanya sebagai software modeling 3D saja. Walaupun banyak orang yang menggunakannya hanya sebagai sket 3D atau dalam kata lain hanya pada stage konsep. Bukan sebagai software untuk membuat data – data konstruksi. Saya sudah lama tidak menggunakan sketchup dan baru tahu bahwa sejak sketchup 2014 sudah mendukung format IFC. Itu artinya sketchup bisa digunakan sebagai software BIM Modeling.

Namun untuk mengeksport menjadi IFC ada syarat yang harus dilakukan pada saat modeling dengan Sketchup. Kita tahu bahwa sketchup berbasis pada model face 3D bukan solid 3D. Untuk itu elemen – elemen dalam sketchup harus kita jadikan “solid”. Ada 2 macam cara yaitu dengan membuat grup atau dengan membuat component.

Berikut adalah cara yang pertama untuk mempersiapkan sketchup menjadi file IFC yaitu membuat komponen menjadi solid komponen. Saya membuat contoh dengan kita membuat model kolom. Seperti biasa dalam sketchup saya membuat sebuah face, kemudaian menggunakan push/pull untuk membuat elemem kolom. Kemudian select elemen kolom tersebut, klik kanan dan pilih make group.

Setelah itu kita lihat di Tray windows bagian Entity Info, kita bisa pilih type elemen tersebut yaitu ifcColumn.
Kemudian cara yang kedua adalah cara yang lebih smart dan kita bisa menggunakannya berkali – kali dalam project yang berbeda – beda. Yaitu dengan kita membuat Component. Caranya hampir sama yaitu kita pilih komponen kolom lalu klik kanan dan pilih Make Component…
Lalu akan kita isi beberapa parameter  yang ada yaitu :
  1. Definition : komponen tersebut akan kita jadikan elemen apa? Karena kita membuat kolom maka kita isikan Column
  2. Description : Deskripsi dari komponen tersebut
  3. Glue to : Karena komponen tersebut adalah kolom, maka kita pilih horizontal. Artinya kita hanya bisa menaruhnya pada bidang face horizontal. Demikian juga kalau kita membuat komponen balok (beam) tentunya kita akan pilih glue to vertical.
  4. Cut opening : ini kita centang jika ingin membuat komponen yang bisa dilubangi. Misalnya wall atau slab
  5. Type : pastikan kita memilih yang benar, jika kita membuat komponen kolom juga pilih IfcColumn. Kita juga bisa mengisi parameter lainya semisal Price (harga) Size atau Url. Centang replace selection with component agar elemen yang kita jadikan komponen otomatis akan diganti dengan komponen yang kita buat
  6. Setelah selesai kita click create
Kemudian kita akan menjadikannya lebih smart yaitu menjadi Dynamic Component.  Dynamic Component adalah komponen yang mempunyai opsi sesuai yang kita inginkan. Misalnya elemen kolom yang berukuran panjang dan lebar sama tetapi mempunyai tinggi yang berbeda – beda dapat kita buat dalam 1 type komponen. Dan memang seharusnya seperti itu karena akan memudahkan kita juga nantinya dalam membuat skedul untuk gambar teknik maupun dalam pembuatan  BOQ/BOM.
Untuk membuat Dynamic Component, kita select pada komponen yang telah kita buat lalu click kanan –> Dynamic Component –>Component Attributes.
Kemudian akan terbuka windows Component Attributes. Untuk contoh saya hanya akan membuat untuk dimensi dan material. Di windows tersebut kita clik pada tanda + Add attribute
Kemudian akan muncul beberapa attribute yang bisa kita gunakan.
Pertama kita akan menggunakan atribut ukuran. Kita tambahkan semua attribute dalam grup size yaitu lenX, LenY dan LenZ.
  1. Kemudian didalam contoh yang saya buat ada informasi ukuran yaitu x=30cm Y=30cm dan Z=364.3cm.
  2. Kita akan membuat menjadi dinamis dengan clik pada bagian seperti gambar yang saya tunjukkan diatas
Dalam membuat komponen dinamis ada 2 macam. yaitu dengan edit secara teks (users can edit as atextbox) dan memilih pilihan yang sebelumnya kita buat (users can select from a list).
Jika kita menggunakan cara yang pertama yaitu Users can edit as a textbox maka tampilan selanjutnya akan seperti  berikut.
Kita bisa mengganti Display label LenX misalnya menjadi panjang. Kemudian Display in adalah ukuran yang tertera pada saat kita insert komponen tersebut ke dalam proyek. Agar memudahkan pengguna, maka akan saya pilih End user’s model units. Jadi jika pengguna nanti menggunakan template cm, maka opsi di komponen akan cm. Jika menggunakan m maka opsinya di komponen pun akan m.
Cara yang ke dua adalah Users can select from a list.  Maka tampilannya akan menjadi seperti ini
Jadi kita akan membuat list ukuran yang nantinya bisa dipilih di opsi pada saat komponen sudah di insert. Tapi untuk contoh kali ini saya menggunakan cara yang pertama yaitu kita bisa edit ukuran dengan memasukkan ukuran di textbox.
Selanjutnya kita akan menambahkan attribute material. Nah untuk material ini, rule yang saya gunakan adalah Users can select from a list. Ini karena saya hanya ingin membuat komponen kolom dengan material beton. Dan opsinya adalah beton insitu dan beton pracetak (precast). Untuk itu kita harus mengetahui nama dari material  yang ada di project yang akan kita gunakan. Saya akan menggunakan material default dari sketchup yaitu Concrete Aggregate Smoke sebagai beton insitu dan Polished Concrete Old sebagai beton precast. Untuk mengetahui nama dari material tersebut (2) kita bisa clik pada material (1) di tray material seperti pada gambar berikut :
Setelah itu untuk atrribute material akan kita isi buat seperti pada gambar berikut :
Setelah selesai membuat semua attribut kita bisa close jendela Component Attribute. Kita coba lihat di tray Component, akan ada komponent yang telah kita buat yaitu Column (1) yang menunjukkan bahwa komponen tersebut adalah Dynamic Component adalah  tanda opsi berwarna hijau (2)
Kemudian bagaimana kita mengatur komponen yang sudah kita insert di dalam project? Caranya cukup mudah yaitu kita select komponen tersebut lalu click kanan –> Dynamic Component –> Component Options
Kemudian kita tinggal mengaturnya sesuai dengan parameter options yang ada. Pada gambar dibawah no 1 dan 2 adalah komponen yang sama. Yang membedakan adalah komponen no 1 adalah komponen yang di insert tanpa merubah Componen Options, sedangkan no 2 adalah komponen yang dirubah Component Options sesuai dengan yang di windows Component Options