Me-Revit-kan gambar detail AutoCAD

Jika kita sebelumnya bekerja dengan AutoCAD dan mempunyai standar detail yang selalu kita gunakan dalam setiap proyek akan kita apakan file – file AutoCAD tersebut?. Jika kita mempunyai waktu luang dimana tidak sedang ada banyak proyek kita bisa redraw di Revit dan kita jadikan Family Detail Component. (Menu ribbon Annotate –> Detail –> Component)

Selain menjadikannya sebagai Family Detail Compnent kita juga bisa “merevitkan” file – file standar detail atau typical detail yang kita punya. Yaitu file tersebut kita insert di Drafting View (Menu ribbon View –>Create –> Drafting View). Kemudian kita atur – atur warna dan ketebalan garis. Setelah itu kita bisa menggunakannya dengan membuat Callout namun kita pilih Reference Other View. Untuk lebih jelasnya saya akan memberikan contoh. Continue reading “Me-Revit-kan gambar detail AutoCAD”

Posted on

Macam Cara Kolaborasi di Revit

Dalam bekerja di Revit kita mempunyai banyak cara untuk bekerja banyak orang  bersama – sama dalam 1 file model. Ada setidaknya 3 cara yang bisa kita gunakan tergantung kebutuhan dan sumber daya infrastruktur dan dana. Cara – cara tersebut adalah :

1. File-based Worksharing
File based Worksharing adalah cara untuk banyak orang berkerja dalam 1 model yang paling mudah. Yaitu file yang akan dikerjakan kita aktifkan collaborate dan membuat beberapa worksets kemudian file tersebut otomatis akan menjadi central model yang kita taruh di suatu lokal network yang bisa diakses semua anggota team secara bersamaan. Kelemahan dari sistem ini adalah setiap orang dalam team bisa memindah atau menimpa file central model tersebut karena tidak ada administrator yang memanage file central model. Continue reading “Macam Cara Kolaborasi di Revit”

Posted on

Conceptual Modeling Duel (Formit vs Sketchup)

Dalam beberapa artikel yang sudah saya buat, seringkali saya menuliskan bahwa BIM adalah sebuah proses yang berkelanjutan. Untuk itu dalam modeling 3D untuk BIM juga harus mengikuti proses tersebut yaitu sesuai fase yang ada. Biasanya fase – fase tersebut adalah Concept Design, Schematic Design, Detailed Design, Construction Documentation, Fabrication & Assembly, As Built. Jadi detail dari model yang kita buat akan mengikuti fase – fase tersebut. Tidak semua hal kita modelkan. Itu yang disebut sebagai BIM Level of Development (LOD). LOD perfase dinamakan berbeda – beda yaitu  LOD 100, LOD 200, LOD  300, LOD 350, LOD 400 dan LOD 500. Mengenai LOD akan saya tuliskan dalam artikel yang berbeda.

Kali ini saya akan membahas tentang software yang Continue reading “Conceptual Modeling Duel (Formit vs Sketchup)”

Posted on

BIM Modeling Dengan Trimble Sketchup

Sketchup sejatinya bukan hanya sebagai software modeling 3D saja. Walaupun banyak orang yang menggunakannya hanya sebagai sket 3D atau dalam kata lain hanya pada stage konsep. Bukan sebagai software untuk membuat data – data konstruksi. Saya sudah lama tidak menggunakan sketchup dan baru tahu bahwa sejak sketchup 2014 sudah mendukung format IFC. Itu artinya sketchup bisa digunakan sebagai software BIM Modeling.

Namun untuk mengeksport menjadi IFC ada syarat yang harus dilakukan pada saat modeling dengan Sketchup. Kita tahu bahwa sketchup berbasis pada model face 3D bukan solid 3D. Untuk itu elemen – elemen dalam sketchup harus kita jadikan “solid”. Ada 2 macam cara yaitu Continue reading “BIM Modeling Dengan Trimble Sketchup”

Posted on

Paperless engineering progress dengan Revit dan Autodesk Design Review

Dalam engineering tentunya ada beberapa kali proses sehingga design bisa samapi siap digunakan. Proses tersebut berkaitan dengan disiplin lain yang tentunya membuat design yang kadang clash dengan design yang kita buat. Dan juga proses dimana engineer dan pimpinan perlu melihat gambar design yang dibuat apakah itu sudah siap untuk dikirim kepada client dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Biasanya drafter akan mencetak gambar yang dia buat kedalam media kertas, kemudian engineer akan mereview dan kemudian  memberikan markup. Setelah itu berbekal markup tersebut, drafter akan memperbaiki gambar yang dia buat. Berapa kali markup tergantung ketelitian masing – masing pihak apakah itu drafter maupun engineer. Belum lagi kalau yang melakukan review lebih dari 1 orang, misalnya engineer, lead engineer kemudian pimpinan perusahaan. Tentu akan berkali – kali print out berbentuk kertas dan review. Mungkin bagi sebagian perusahaan itu merupakan pemborosan dan tidak go green. Continue reading “Paperless engineering progress dengan Revit dan Autodesk Design Review”

Posted on

BEST REVIT PRACTICES : File Maintenance

Seperti yang pernah saya tuliskan dalam beberapa artikel di blog ini, bahwa kekuatan utama BIM adalah data dimana data – data tersebut akan selalu siap digunakan dari berbagai fase dari fase perencanaan, fase konstruksi, perawatan bahkan sampai dengan renovasi dan pembongkaran bangunan. Untuk itu data – data tersebut perlu dirawat agar siap digunakan untuk setiap fase dan tanpa mengalami file corrupt atau beberapa bagian yang hilang. Berikut beberapa langkah untuk maintenance file Revit.

Maintenance Berkala : Semisal dalam fase perencanaan ada beberapa kali pengiriman kepada klien. Misalnya saat fase skematik maka perlu dilakukan beberapa hal sebelum lanjut ke fase detail design yaitu : Continue reading “BEST REVIT PRACTICES : File Maintenance”

Posted on

BEST REVIT PRACTICES : Membuat Model yang Efisien

Software Revit membutuhkan hardware komputer dengan spesifikasi yang lumayan tinggi. Jadi kita perlu membuat model dengan seefisien mungkin. Beberapa hal yang bisa membuat modeling 3D kita menjadi efisien antara lain : Continue reading “BEST REVIT PRACTICES : Membuat Model yang Efisien”

Posted on