Menciptakan BIM vision yang Efektif

Untuk memulai menggunakan BIM di dalam perusahaan memang bukan hal yang mudah. Karena BIM merupakan proses kerja. Maka kita juga akan mengganti cara kerja sebuah perusahaan yang mungkin sudah nyaman oleh sebagian orang. Untuk itu diperlukan BIM vision yang nantinya akan menggerakkan seluruh team untuk tertarik dan akhirnya membutuhkan BIM dalam pekerjaannya.

Untuk menciptakan BIM vision yang efektif, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan :
 
Meng-inspirasi dan menampung aspirasi
Pengetahuan tentang BIM harus bisa menginspirasi orang bahwa kita memang membutuhkan BIM. Dan itu akan lebih baik daripada memakai sistem tradisional. Lebih efektif dan tentunya bisa lebih menguntungkan secara finansial dalam persaingan industri. Untuk itu perlu mendengar keluhan semua anggota team apa yang dibutuhkan dan apa yang mengganggu dalam proses kerja selama ini. Kemudian menawarkan BIM sebagai inspirasi solusi mereka.

Boss yang paham BIM
Pimpinan yang paham tentang BIM dan paham dampak apa yang akan terjadi kepada perusahaan tentang perubahan proses kerja tradisional menjadi BIM sangat penting. Sehingga dia bisa menyiapkan sebuah strategi agar perusahaan tetap berjalan tampak normal selama migrasi ke BIM.
Menciptakan Tonggak Pencapaian
Kita mememerlukan sebuah kejutan pencapaian dengan BIM. Mungkin kita perlu memaksakan BIM kedalam salah satu proyek (pilot project) sebelum nanti semua proyek akan dikerjakan dengan BIM. Mingkin tidak perlu memulai dengan BIM secara penuh. Seperti yang sudah saya tuliskan di artikel Level Dalam BIM ada berbagai level dan standar level tiap – tiap negara bisa berbeda – beda. Untuk itu kita bisa menciptakan “sub level” tersendiri.
Sebagai contoh di perusahaan tempat saya bekerja menerapkan BIM level 2 namun tidak mudah karena hanya negara Inggris saja yang pemerintahnya mewajibkan semua project harus dengan BIM level 2. Karena BIM adalah proses maka memerlukan kesiapan seluruh pihak yang berkepentingan termasuk pemerintah. Belum lagi standar yang berbeda dari tiap – tiap negara. Maka diciptakanlah BIM level 2 lite. Yang sekarang namanya berganti dengan BIM 22 (mungkin maksudnya BIM2.2 dan nantinya akan ada BIM 2.3 ; BIM 2.4 dan seterusnya.)
Jadi BIM yang tidak secara penuh ini nantinya harus mempunyai pembedaan pencapaian yang mengejutkan dibanding dengan proses tradisional. Sehingga bisa menginspirasi orang, baru pakai BIM setengah – setengah saja sudah lebih efektif bagaimana kalau kita menggunakan BIM secara penuh?

Tinggalkan Balasan