Quality Check dalam BIM

Ketika kita bekerja dengan sistem BIM quality check pekerjaan model kita harus penting agar model bisa benar – bnar disebut sebagai model BIM. Berikut urutan dalam melakukan quality check.

Standard

View Name

View name harus standar. Contoh  penamaan standard view name bisa seperti ini {discipline}-{type_view}-{view_name} sehingga bisa kita ambil contoh di view denah  mempunyai view name :

  • Ars-Denah-Denah Lantai 1                 –>Ars = {disiplin Arsitek) Denah = {type_view} Denah Lantai 1= {view_name}
  • Ars-Denah – Layout Pintu Jendela
  • Str-Denah-Denah Penulangan Lantai
  • dll

Demikina juga di type view yang lainnya selain denah yaitu Tampak, Potongan dan Detail

Nama object

Nama – nama elemen dalam model bim kita juga harus standard sehingga akan memperkecil kemungkinan adanya jenis obyek yang sama namun beda elemen. Contoh jika kita memodelkan dengan revit kita bisa memberi nama family seperti ini : Beam_Steel_H_300x300 dimana penjabaran penamaan tersebut adalah family Beam yang berupa balok baja (Steel) jenih HBeam (H) berukuran 300×300. Jadi jangan sampai nanti ada family yang editan dari jenis lain misalnya baja jenis WF yang kita edit ukurannya menjadi 300×300.

(Catatan : di Indonesia memang membingunkan dalam penamaan baja ada yang menyebut WF dan H Beam itu sama saja jadi baja berbentuk mirip huruf  H akan disebut WF meskipun ukurannya 200×100 atupun 250×250. Saya dan teman – teman dikantor dibiasakan menyebut dengan sebutan berbeda. H Beam jika itu mempunyai ukuran yang sama misalnya H 250×250, H 300×300 sedangkan WF untuk ukuran yang bebeda misalnya WF 200×100, WF 350×175 )

Elemen kontrol

Semua Tim harus sudah menyetujui dan mendefinisikan elemen-elemen kontrol proyek utama yang sama seperti origin point , orientasi, setting out , grid dan level. Pertama – tama tim arsitektur menetapkan elemen kontrol dan tim proyek lainnya perlu mengikutinya.

  • Origin point mempunyai nilai koordinat yang sudah ditentukan. Jika menggunakan koordinat lokal, alangkah baiknya untuk mempunyai berapa persamaanya dengan nilai koordinat globalnya juga.
  • Jika korrdinat origin point sudah ditentukan, pastinya true north juga harus sudah sesuai. Dan project north bisa ditentukan setelahnya
  • Setting out harus memperhatikan garis property dan setback (sempadan)
  • Grid adalah elemen kontrol perencana yang digunakan untuk menetapkan elemen bangunan di lokasi. Grid juga digunakan dalam mengomunikasikan lokasi masalah selama proses koordinasi.
  • Level adalah elemen kontrol vertikal yang digunakan untuk mengatur elemen elemen lantai demi lantai. Level juga digunakan dalam mengkomunikasikan lokasi masalah selama proses koordinasi. (Catatan : konsultan struktur biasanya mempunyai level sendiri dibawah level finishing lantai. Selama hal tersebut konsisten maka diperbolehkan. Biasanya akan digunakan 2 level yaitu FFL (Finish Floor Level untuk arsitektur, mep, dll) dan SFL (Structural Floor Level untuk model struktur)

Intra-Discipline Quality Checks


Model dari setiap disiplin harus memastikan tingkat minimum kualitas model, konsistensi, dan koordinasi intra-disiplin khusus dalam hal berikut:

  • Pemodelan harus menggunakan objek yang benar – elemen harus dimodelkan menggunakan kategori atau family (dalam revit) yang benar untuk menghindari kesalahan dan elemen yang hilang dalam skedul dan quantity takeoff
  • Semua elemen model harus mengandung informasi minimum untuk konstruksi. Model praktik yang berkontribusi pada ambiguitas dan inkonsistensi meliputi: Penggunaan jenis generic dalam elemen, penamaan elemen yang tidak konsisten, penggunaan informasi non geometri yang tidak konsisten dll.
  • Overlaps dan Duplikat elemen. Ini untuk memeriksa bahwa tidak ada banyak contoh dari elemen yang sama dan tidak ada tumpang tindih utama dari kategori yang sama yang dapat menyebabkan jumlah yang tidak akurat
  • Intra-Discipline clashes – Ini untuk memastikan bahwa tidak ada bentrokan (clash) dan tumpang tindih antara kategori elemen, misalnya :
    – dinding dengan lantai
    – ac/kabel duct dengan ac/kabel duct
    – pondasi dengan pondasi
    – dll


Quality check intra-disiplin tidak hanya mencakup clash besar maupun kecil, tetapi juga penyelarasan dan konsistensi antara elemen-elemen kunci. Hal – hal penting untuk koordinasi biasanya adalah sebagai berikut:

  • Penyelarasan lantai struktural dan arsitektural – Karena layout arsitektural adalah rujukan utama untuk penataan struktural, ini memastikan bahwa elemen struktural seperti balok dan slab sejajar dengan model arsitektur dengan sedikit pengurangan untuk ketebalan finishing khusus di sepanjang perimeter dan bukaan dari pelat lantai.
  • FFL & SFL – Ini memastikan bahwa pelat dan balok struktural berada pada level yang benar dengan mempertimbangkan ketebalan finishing akhir arsitektur dan penurunan level.
  • Kolom dan dinding struktural – Fokus utamanya adalah pada kolom / dinding struktural (menahan beban) . Ini untuk memastikan kolom / dinding mempunyai space yang diperlukan dalam model Arsitektur dan untuk pemeriksaan desain (besaran dan kekuatan) dalam model Struktural.
  • Bukaan arsitektur melalui dinding struktural – Ini untuk memastikan bahwa semua bukaan arsitektur seperti jendela dan pintu yang melewati dinding struktural memiliki bukaan yang sesuai dalam model struktural dengan ukuran yang benar. Ini juga untuk memastikan tidak ada bentrokan besar antara pintu dan jendela dan strukturnya.
  • Plafon ke struktur – Pemeriksaan ini untuk memastikan bahwa tidak ada gangguan antara struktur dan semua elemen langit-langit arsitektur.
  • Sistem MEP ke elemen struktural utama – Ini untuk memeriksa bahwa tidak ada gangguan antara sistem MEP dan elemen struktural utama seperti kolom dan balok. Juga, semua saluran yang menembus ke dalam pelat dan dinding struktural harus memiliki bukaan struktural yang sesuai dengan jarak bebas yang cukup di sekelilingnya.
  • Layanan MEP ke Plafon – Ini untuk memastikan bahwa tidak ada gangguan antara plafon arsitektur dan layanan MEP yang tersembunyi.

Tinggalkan Balasan