Revitools : View (part 1)

View adalah tools untuk memperlihatkan bagaimana cara kita memandang dan mempresentasikan sebuah bangunan dalam Revit. Ketika kita membuat Level maupun Elevation maka secara otomatis Revit juga akan membuatkan View berdasar pada Level atau Elevation tersebut. View dapat diakses di Project Browser seperti yang ditunjukkkan pada gambar berikut.

view_project_browser.jpg

 

Kemudian kita juga bisa membuat duplikat misalnya dalam 1 denah lantai akan ada gambar untuk denah, denah pintu jendela, denah pola lantai dll. Kita tidak perlu untuk membuat level ditempat yang sama. Selain itu kita juga bisa membuat view yang lain misal 3D dan view section. Untuk itu akan kita mulai bahas berbagai macam view sebelum nantinya kita akan bahas View Properties. View ada di menu ribbon View –>Create

view_create_view

Kita lihat disana ada banyak sekali view yang bisa kita buat. Dimulai dari view 3D ada 3 sub menu yaitu Default 3D View, Camera dan Walktrough. Dimana Default 3D View adalah cara tercepat dan termudah membuat tampak 3D sedangkan Camera kita bisa membuat tampilan 3D seolah – olah bangunan tersebut nyata dan kita ambil dengan kamera. Jadi ada banyak pengaturan bagaimana kita meletakkan kamera, ketinggian kamera dll. Sedangkan Walktrough digunakan untuk membuat animasi seolah – olah kita menyusuri bangunan tersebut. Untuk view 3D saya tidak akan membahas propertiesnya yang berhubungan dengan pengaturan 3D karena memang saya tidak expert di bidang setting 3D semacam projection, kamera , render dll. Nanti hanya kita bahas properties umum dari view.

Kemudian di samping menu 3D view ada menu Section. Nah di section ini secara default dari Revit sudah ada 2 type section yaitu Section dan Detail View. Kita bisa juga membuat type lain sesuai keinginan kita. Misalnya section yang khusus untuk detail penulangan beton bisa kita atur dengan view template sehingga hanya dengan type ini kita bisa melihat tulangannya dll. Itu semua ada pengaturannya ada di view template. Antara 2 type yang sudah ada perbedaanya hanyalah pada view name saja. Jadi memudahkan kita untuk membuat 2 jenis section misalnya untuk membedakan  Potongan 1-1 dan Detail – A. Seperti Level dan Grid di Section ini juga tidak ada Section Head. Dan kita bisa load di folder annotation juga. Untuk caranya hampir sama namun ada beberapa label yang bisa membuat bingung jika kalian adalah pemula di Revit . Saya sudah pernah membuat artikelnya di sini 

Setelah itu ada menu callout. Callout digunakan untuk membuat pembesaran (detail) dari view lain. Disini ada 2 sub menu yang hanya membedakan cara membuat bentuk dari calloutnya saja yaitu dengan membentuk rectangle atau bentuk lain dengan sket yang kalian buat. Untuk Callout Head, dia bersama – sama dengan Section Head. Bisa dibaca di artikel dengan link pada paragraf menu Section.

Selanjutnya ada Plan View dan Elevation. Untuk Elevation sudah kita bahas pada artikel Revitolls : Elevation Sedangkan di Plan View ada beberapa sub menu lagi yaitu :

view_plan_view.jpg

  1. Floor Plan : Digunakan untuk membuat denah arsitektural.
  2. Reflected Ceiling Plan : Digunakan untuk membuat denah langit – langit. Cara pandang dari denah ini adalah secara cermin
  3. Structural Plan : Digunakan untuk membuat denah struktural.
  4. Plan Region : Untuk membuat sebagian view denah mempunyai view range yang berbeda. Misalnya denah lantai biasanya kita melihatnya (view range) adalah dari lantai sampai 1 m setelah lantai. Padahal kita ingin memperlihatkan jendela terang atas di tembok kamar mandi yang mempunyai ketinggian dasar 210mm. Maka pada tembok bisa kita pakaikan Plan Region dengan view range sampai 250mm. Lebih lanjut tentang  View Range, akan kita bahas pada part ke 3 Revitools:View
  5. Area Plan : digunakan ketika kita sudah membuat denah lantai kemudian memisahkan area – area ruangan untuk bisa digunakan sebagai dasar perencanaan area untuk Arsitek.

view_area_plan.jpg

bersambung ke Revitools:View (part 2)

 

 

Tinggalkan Balasan