Image source : https://userresearchinstitute.com

Ini adalah kelanjutan dari artikel : https://www.bimcad.web.id/2019/02/mendorong-penggunaan-bim-dalam.html. Ketika semua sudah siap untuk bekerja dengan BIM inilah saat yang tepat untuk memulai pilot project. Kita bisa menggunakan dummy project, mengerjakan ulang project yang pernah dikerjakan atau justru langsung menerapkan kedalam project asli. Semuanya valid tergantung dengan sumberdaya yang perusahaan miliki.

Setiap pilot project harus menyertakan pengukuran utamanya untuk meilihat apakah peningkatan BIM benar – benar terjadi atau malahan jalan ditempat. Feedback positif dari yang berkepentingan yaitu pemimpin perusahaan dan client juga harus dicatat untuk perhitungan investasi maupun pengembalian (untung/rugi) dalam sebuah project.
Sehingga nantinya perusahaan akan dapat milihat bahwa semakin banyak project yang menggunakan sistem BIM akan semakin banyak juga pengembalian keuntungan untuk perusahaan. Karena memang pada awalnya akan sedikit seret  seperti perubahan kerja dari 2D menjadi 3D akan membuat pengerjaan menjadi sedikit lama karena belum terbiasa. Untuk itu lebih baik tim yang mengerjakan pilot project ini diusahakan tidak kembali mengerjakan project dengan sistem tradisional.

Jika mengerjakan project asli adalah pilihan, gunakan untuk client yang terbuka dengan teknologi baru dan paham dengan apa yang akan terjadi jika menggunakan BIM untuk proyeknya. Karena model BIM juga menawarkan produk sampingan misalnya facilities management.

Perlawanan terhadap peubahan adalah sifat umum manusia karena merasa aman dengan sistem lama dan takut gagal. Namun kita juga membutuhkan kemajuan teknologi yang terus – menerus dalam bekerja untuk lebih efektif. Pindah ke sistem BIM membutuhkan dukungan positif dan ketekunan yang terus – menerus dari seluruh bagian perusahaan. Untuk itu diperlukan sebuah kepercayaan yang membangun serta meningkatkan kemampuan dan pengalaman agar transisi ke sistem BIM menjadi cepat dan mulus.