status dokumen proyek BIMDidalam bekerja menggunakan sistem BIM kita mengenal adanya Common Data Environment (CDE) yaitu sebuah tempat satu – satunya menyimpan dan berbagi data antar anggota team project.  Nah status dokumen proyek BIM tersebut harus jelas agar setiap anggota team tidak salah untuk menggunakan sebuah data pada proses kerjanya. Berikut merupakan beberapa status dokumen proyek BIM yang biasanya terdapat dalam proyek dengan sistem BIM

Work In Progress (WIP)

WIP adalah data yang pada saat ini dikerjakan dan belum diperiksa dan diperbolehkan untuk dishare kepada anggota team disiplin lain.  Model pada status WIP ini harus diisolasi dan hanya yang team mengerjakan yang bertanggung jawab penuh.

Shared

Untuk menfasilitasi kerja koordinasi, masing – masing disiplin harus membuat folder share yang bisa diakses antar disiplin.  File Model dalam status ini harus sudah diperiksa dan disetujui oleh kepala departemen sebuah disiplin. File shared ini harus dikeluarkan secara teratur agar disiplin lain bisa bekerja dengan informasi terbaru yang sudah divalidasi. File model juga disertakan informasi 2D agar meminimalkan kesalahan. Disarankan file model yang dishare ini harus sama persis seperti file WIP pada saat tanggal dishare tanpa adanya editing. Perubahan pada file shared terbaru harus dikomunikasikan secara efektif kepada seluruh anggota team project.

Documen Issue (Deliverable)

Bersama – sama dengan dokumen lain (spek, laporan perhitungan dll) dokumen yang sudah diekstrak kedalam format 2D (gambar teknik) disimpan dalam folder ini untuk selanjutnya bisa dikirim kepada client. Dokumen ini harus mengikuti Issue control oleh bagian Dokumen Control sesuai dengan yang sudah ditetapkan project. Pastikan dokumen – dokumen ini tidak terlink dengan dokumen di WIP (misalnya file model dengan Revit harus bukan sebuah central model, file Autocad tidak ada xreff ke dokumen WIP demikian juga file Ms Excel dll)

Archiving

Pada setiap Issue kepada client kita juga harus mempunyai salinan file di Deliverable. Bahkan kalau perlu kita juga bisa menyimpan hard copy-nya. Semua file di dalam folder arsip ini harus dikunci sebagai read only.