Load Family ke Dalam Project Template

Sebenarnya saya berencana untuk membuat Family kolom dan balok sederhana dari awal. Namun ternyata saya masih gagal. Family sudah ada dan parametric sudah berjalan baik, cuma entah kenapa tidak muncul di 3D view. Apakah karena bugs di Revit 2017 atau karena apa saya belum menemukan jawaban yang pasti. Untuk melanjutkan blog ini akan saya ganti artikel tentang load Family yang kita butuhkan ke dalam Project Template.

Family sebenarnya sudah ada ketika kita install Revit. Namun jika belum kita bisa download dan install dari link berikut ini : https://knowledge.autodesk.com/support/revit-products/downloads/caas/downloads/content/autodesk-revit-2017-content.html?v=2017 . Karena standard Indonesia belum ada, kita bisa download dan pakai family yang RVT2017_ENU_Metric_FamTemplates_Templates . Khusus untuk baja, di Indonesia menggunakan standar JIS (Japanese Industrial Standards). Untuk itu khusus untuk steel kita gunakan starndart Jepang RVT2017_JPN_Libraries.exe . Kita bisa rename family steel standar jepang dengan bantuan google translate.

Bailah kita akan mulai untuk load Family ke dalam Project template yang sudah kita buat sebelumnya. Kita buka template yang sudah kita buat sebelumnya. Untuk memudahkan pencarian, jangan lupa untuk mengganti  Files of type menjadi Template Files (.rte)

Kemudaian setelah terbuka, kita bisa ke menu ribbon Insert –> Load Family. Kemudian kita pilih Family yang paling sering kita gunakan.

Untuk Family 2D mungkin tidak terlalu lengkap. Tidak masalah akan kita buat yang nanti diperlukan pada artikel selanjutnya.

Posted on

Membuat Family Balok dan Kolom

Revit adalah software modeling 3D yang bukan sekedar untuk modeling saja. Namun Revit bisa digunakan untuk proyek dengan BIM System. Jadi obyek yang kaya dengan informasi – informasi adalah mutlak. Di Revit obyek – obyek tersebut di load dari luar file project dan bisa kita gunakan kapan saja pada project apa saja. Obyek – obyek tersebut dinamakan Family. Semacam dynamic block di AutoCAD namun ditambah informasi – informasi yang wajib untuk project dengan BIM System.
Ada juga Family yang sudah ada di Revit dan tidak bisa kita ubah bentuknya yang dinamakan System Family.  Namun di System Family kita masih bisa untuk edit material apa saja ke dalam family tersebut tidak terbatas hanya 1 material. Sebagai contoh dinding bata kita bisa membuat family dinding dengan 3 lapisan yaitu bata, plaster dan finishing (acian & cat).
Kali ini saya hanya akan membuat Family sederhana saja untuk balok dan kolom. Jika anda basicnya adalah structure anda bisa menggunakan library content Japan untuk balok dan kolom baja. Karena balok dan kolom baja pabrikan di Indonesia mengacu pada Japanese Industrial Standards (JIS).
Untuk membuat kolom seperti biasa kita ke Family—>New lalu pilih template metric column. Disitu sudah ada template parameter kolom bentuk kotak berukuran 600mm x 600mm.

Kemudian jika pada project browser kita lihat di bagian elevation pun sudah ada garis reverence plane dan levelnya. Jadi kita akan menggunakannya untuk membantu pembuatan family.
Pertama kita kembali ke Floor plan (diakses dengan project browser). Lalu kita akan menambahkan reverence plane karena kita akan membuat kolom yang ada chamfernya. Caranya pada menu ribbon Create—>Datum—>Revefence Plane.

Kita buat seperti gambar dibawah dan diberi parameter dimensi dengan nama chamfer


Setelah itu kita buat family 3Dnya dengan extrude. Ada di menu ribbon Create—>Forms—>Extrusion



Kemudian kita gambar bentuknya dengan tool draw (1). Dan pastikan garisnya untuk lock pada reverence plane (2). Setelah selesai kita clik pada logo centang di menu mode (3)

Posted on

Membuat Drawing Titleblock (Part 3)

Kita sekarang ada di bagian terakhir untuk membuat Titleblock yaitu pembuatan Keyplan dan penggunaan title block yang sudah kita buat ke project.

Utuk membuat Keyplan seperti biasa kita akan memulainya dengan membuat family generic annotation

New –> Family –> Annotation –>Metric Generic Annotation.

Setelah terbuka kita gambar dengan line. Tapi gambar ini jangan sampai lebih besar dari area yang kita sediakan di title block. Kalau dalam contoh yang saya bikin sekitar 150mm x130 mm.  Untuk mudahnya kita buat dulu garis border (batas) dengan Invisible Line.

Dalam contoh gambar dibawah saya membuat keyplan untuk apartemen. Ada 3 bagian gambar yang saya buat. bagian 1 adalah layout denah. Bagian 2 adalah kompas untuk menunjjukkan arah utara (North) dan bagian 3 section yang menunjukkan lantai dari basement sampai dengan roof top.

NP,WP,EP dan SP adalah untuk bangunan podium dan TW untuk bangunan Tower. Setelah itu kita akan membuat arsiran yang akan menunjukkan bagian bangunan mana yang kita gambar dalam sheet. Untuk membuat arsiran ada di tab menu Create –> Detail –>Filled Region.


Kita bisa menduplikat filled region yang ada atau merubahnya dengan Edit Type di jendela Properties. Sebagai contoh saya mengubanya menjadi abu -abu.  Kita mulai dengan bagian Tower pada denah. Setelah kita membuat filled region bagian TW, kita akan membuat parameternya. Caranya Click pada Filled Region yang sudah kita buat tersebut, lalu pada jendela Properties kita click pada kotak kecil bagian visible.

Selanjutnya akan muncul jendela untuk membuat parameternya. Kita click pada tombol new parameter sebelah kiri bawah

Kemudian akan kita isikan parameternya seperti biasanya. Yang perlu diperhatikan adalah type paramaternya kita pilih yang instant. Bisa juga kalau kita pilih yang Type namun kita nanti harus membuat banyak type dan akan membuat bingung kita nanti saat kita load ke project. Karena akan banyak pilihan type.

Setelah itu kita clik OK.

Kita ulangi pembuatanya pada semua bagian yang nantinya akan menunjukkan  tempat dimana gambar yang ada di sheet. Setelah selesai kita save family keyplan tersebut di tempat yang memudahkan kita cari saat penggunaanya di project.

Nah sekarang saatnya kita Load Family Titleblock dan Keyplan yang sudah selesai kita buat bersama – sama ke dalam sebuah Project.  Untuk memulai sebuah project kita klik new project pada revit. Pada template file kita pilih None kemudian kita pilih juga Create New Project Template

Kemudaian kita pilih Metric . Setelah itu pada project browser kita clik kanan pada sheets(all) kemudian kita click new sheet.

Kemudian muncul jendela New Sheet, kita akan masukkan Titleblock yang sudah kita buat dengan click load. Kemudian kita arahkan ke path dimana kita menyimpan Titleblock. Kita sudah membuat 2 Titleblock yaitu untuk Cover dan untuk kop gambar. Kita Load keduanya satu per satu.  Sehingga nanti pada Jendela New Sheet akan seperti gambar dibawah ini :

Nah kita tinggal pilih ukuran A0, A1 atau A2. Sebagai contoh kita akan membuat sheet baru untuk halaman cover di kertas A1 kemudian kita clikc OK. Loh kok hanya muncul logo? Sebenarnya ketika kita memulai project harusnya kita mengisi project information dulu. Karena ini baru untuk template makanya dari awal saya tidak isi dulu. Agar nantinya ketika kita memulai project tidak lupa, maka di template ini akan kita isi project information contoh. Inilah pentingnya template agar kita selalu mengisi project information terlebih dahulu. Caranya adalah clik pada tab menu ribbon Manage –> Setting –> Project Information

Kemudian kita isikan form yang ada dengan project dummy (contoh). Setelah kita isikan dan clik OK maka titleblock untuk cover, tulisnnya sudah muncul seperti gambar dibawah ini :

Kemudian kita akan membuat sheet baru lagi untuk halaman gambarnya. Caranya bisa seperti yang tadi yaitu lewat project browser. Atau lewat menu ribbon yaitu pada tab View –>Sheet composition. Kita juga bisa load titleblock dari sini.

Selanjutnya kita akan menaruh keyplan di Titleblock untuk lembar gambar. Kita load family keyplannya  lewat menu ribbon tab Insert—>Load Family.  Setelah itu kita masukkan keyplannya lewat menu ribbon tab Annotate –> Symbol. Kemudian kita taruh dibagian keyplan pada Titleblcok.

Defaultnya pada keyplan semua hatch muncul. Untuk memilih mana yang akan muncul dan atau mana saja yang akan dihilangkan. Kita click Family Keyplan tersebut dan di Jendela properties kita hilangkan centangnya jika hatch ingin dihilangkan. Didalam contoh berikut saya pilih kawasan North Podium lantai Basement 1

Setelah OK kita akan save file ini sebagai template.

Posted on

Membuat Drawing Titleblock (Part 2)

Pada artikel sebelumnya kita sudah mencoba untuk membuat Titleblock untuk halaman cover. Sekarang kita akan membuat Titleblock untuk halaman isinya yaitu halaman gambar. Kita save as titleblock untuk halaman cover menjadi file baru misalnya kita beri nama titleblock_gambar.

Setelah itu kita ungroup judul di cover dan hapus kecuali logonya. Setelah itu lebar logo kita atur agar memudahkan nanti dalam memasangnya di etiket / label dalam titleblock. Caranya clik pada image logo kemudian di jendela properties kita sesuaikan lebarnya yaitu menjadi 150mm.

Kemudian kita membuat line di sisi kanan atas. Pastikan line dimulai dari garis border area gambar. Ciri-cirinya adalah line border area gambar akan menyala menjadi biru. Demikian juga waktu kita mengakhiri line juga harus menyentuh area border gambar bagian bawah.

Kemudian kita akan membuat line – line untuk membaginya. Juga teks biasa yaitu teks yang tidak akan berubah – rubah. Kita membuatnya dengan menu Text bukan Label.  Beberapa sesuai dengan keinginan teman – teman akan seperti apa nantinya informasi yang akan teman – teman munculkan di title block sebagai contohnya saya membuat yang seperti gambar dibawah ini.

Saya membagi menjadi 2 bagian yang nantinya akan saya perbesar dan kita tambahkan label dan juga schedule. Kita akan mulai dari yang paling gampang yaitu bagian 1. Untuk bagian 1 ini kita akan membuat skedul revisi. Caranya adalah click menu tab Create –> Revision Schedule.

Kemudian akan terbuka jendela revision properties. Pada tab Field akan saya masukkan juga issued by dan issued to sebagai checker dan aprover . Selain itu saya juga akan memasukkan author sebagai designer di project ini. Caranya kita ganti pada select available field from : ke project information (1).  Urutannya bisa kita ganti ganti dengan pilih pada schedule field in order(2)  lalu clik tanda panah ke atas atau bawah.(3)

Kemudian pada tab sorting kita lewati. Dan pada tab formating, field – field yang kita masukkan tadi yang akan menjadi judul. Kita bisa edit judul yang  akan tampil misalnya Revision Number akan kita singkat menjadi rev. Caranya kita click field lalu Editnya di Heading. Heading orientation : Horizontal kemudian Aligment : Center.  Semua dapat kita ganti sesuai dengan judul apa yang kita inginkan. List yang saya buat adalah seperti berikut.

    • Revision sequence : tidak dirubah karena field kita hidden
      • Revison number : Rev.
        • Revision Description : Description
          • Revision Date : Date
            • Author : Drawn by
              • Issued by : Checked by
                • Issued to : Approved by

                Kemudian pada tab Appearance pada Height kita pilih User Defined (1) kemudian  hilangkan centang pada blank row before data(2) . Dan pada Text saya menggunakan teks 3mm(3). Kemudian setelah selesai kita click OK.

                Untuk kembali ke tampilan semula (sheet) pada project browser kita clik pada sub dari Sheets (1). Setelah kembali ke tampilan semula kita akan menaruh sekedul revisi yang sudah kita buat tadi ke sheet titleblock caranya pada sub schedules kita drag & drop revision schedule ke title block (2).

                Kemudian kita atur – atur lebar kolom dengan click & drag pada symbol segitiga hadap bawah (1) Kemudian kita align dan kunci garis paling bawah skedul ke garis diatas kata keyplan.

                Kemudian kita lanjut ke bagian 2. Tapi di block di bawah key plan. Untuk keyplan lebih bagus nanti kita akan membuat family symbol untuk keyplan. Agar kalau kita setiap berganti project hanya membuat duplicat keyplan. Tidak perlu untuk edit family titleblock hanya untuk mengganti keyplan.

                Kemudian kita akan membuat teks yang bisa diubah untuk isi dari title block yang bagian 3. Pada gambar dibawah ini yang saya mark kuning adalah teks biasa (Text) sedangkan yang tidak saya mark kuning adalah teks yang berubah – ubah kita buat dengan label. Cara membuat label sudah pernah saya tuliskan di artikel terdahulu (click disini).

                Semua kita buat berdasar pada kesesuaian  judulnya misal untuk subject juga kita buat dengan label sheet name, drawing number kita buat dengan label sheet number demikian juga dengan scale dan tanggal (date). Namun pada judul (subject) terkadang kita mempunyai judul yang panjang, atau dalam 1 lembar ada 2 jenis gambar (1) . Misalnya gambar tampak dan potongan. Padahal pada kategori parameter sheet cuma ada 1 label sheet name. Bagaimana kita menambahnya? Cara yang salah adalah menggunakan field yang tidak terpakai misalnya organization description. Sedang kita akan pakai cara yang benar yaitu dengan membuat  shared parameter . Cara membuat shared adalah click pada tombol add parameter (2).

                Kemudian terbuka jendela parameter properties kita clik pada select. Kemudian terbuka jendela warning dan kita click yes. Setelah itu akan terbuka jendela Edit shared parameter.  Kita clik create (1) kemudian kita save dengan nama titleblock di tempat yang mudah kita mencarinya. Setelah itu clik new group (2) dan beri nama titleblock juga. Nama – nama tersebut diatas hanyalah contoh. Teman – teman bisa memberi nama sesuai dengan yang diinginkan. Setelah itu kita clik new parameter (3)

                Pada parameter propertis kita ber nama misalnya sheetname_2, pada discipline pilih common, pada type of parameter kita pilih text. Kita bisa buat sebanyak yang kita mau. Sebagai contoh saya hanya akan membuat 2 saja.  Setelah selesai kita clik OK OK dan OK.

                Nah setelah itu, kita akan melihat field baru pada parameter sheet yang bisa kita gunakan.

                Untuk teks biasa (text) OWNER LOGO HERE seandainya owner adalah pribadi perorangan yang tidak punya logo bagaimana kita menutupinya? Kita tidak perlu menutupinya kita hanya membuat parameter agar teks tersebut tetap ada namun tidak akan tampil pada waktu kita gunakan di project Revit. Caranya kita click pada teks tersebut, lalu pada properties kita hilangkan centang pada Visible.

                Setelah semuanya selesai, kita akan membuat group pada bagian 2 ini ditambah revision schedule termasuk garis horizontal. Namun ketika saya mencoba untuk membuat group ternyata ara error. Untuk itu kita group tanpa garis horizontalnya dan akan kita tambahkan nanti dengan edit group. Cara edit group adalah kita clik group yang kita buat tadi lalu kita clik menu edit group. Lalu kita tambahkan garis – garis yang horizontal. Caranya persis kalau kita edit block di AutoCAD. Setelah selesai kita akan buat lagi parameter dimension

                Juga pada lebar legend kita buat dimensi parameter. Tapi bukan dari garis perimeter ke garis batas legend. Tapi dari garis perimeter ke garis horizontal group. Cirinya adalah seperti gambar dibawah ini ada titik tebal. Kalau kita tidak mendpatkan titiknya bisa pencet tab sebelum clik pada titiknya. Paramater dimensi tersebut kita beri nama legend.

                Kemudian group kita pindah sedikit ke atas lalu kita tambahkan garis horizontal paling bawah dan tambahkan ke group. Setelah itu kita align ke garis perimeter bagian bawah dan kita kunci.

                ————————————————————————————————————————–

                Kira – kira nanti parameter dimensionnya akan seperti gambar berikut :

                Selesailah kita membuat Titleblock untuk lembar gambar. Kita nanti akan mencoba untuk load ke project bersamaan dengan artikel untuk membuat Keyplan.

                Posted on

                Membuat Drawing Titleblock (Part 1)

                Marilah kita memulai langkah pertama dari Revit Template Start from Scratch yaitu membuat title block cover.

                Setelah revit berhasil kita buka, kita mulai dengan membuat family. Klik pada new family.

                Kemudian kita akan memilih template family yaitu di folder Titleblock

                Di folder ini ada beberapa template. Sebagai contoh saya akan memilih kertas A1.

                Nantinya kita akan membuat parameter agar satu file kita bisa kita gunakan untuk kertas A0 sampai A2. (Kalau untuk A3 terlalu kecil.) sehingga gak perlu membuat masing – masing dalam file yang berbeda.
                Setelah file terbuka akan ada garis yang membentuk kotak. Kotak tersebut berukuran 841 x 594 milimeter yang merupakan standar ukuran kertas A1. Kemudian garis- garis tersebut kita offset. menunya ada di Tab Modify–> Offset  untuk mengisi jarak offset ditunjukkan pada no 3 digambar berikut.

                Saya membuat offset 10mm di garis atas, bawah dan samping kanan. Sedangkan smaping kiri 20mm karena buat space ketika gambar print dibuat bendel.

                Kemudian garis yang bertabrakan (yang dilingkari merah) akan kita potong dengan perintah trim. Menunya sama ada di Tab Modify.

                Setelah semua kita potong, kita pilih semua garis yang diluar. Caranya pilih salah satu garis lalu sambil pencet Ctrl kita pilih garis yang lainnya. Pada saat memilih garis selanjutnya Ctrl jangan dilepas. Setelah semua garis diluar terpilih pada Subcategory kita pilih <invisible lines>
                Ini agar ketika print tetap mengacu pada ukuran kertasnya namun garis tidak ikut ke-print

                Selanjutnya kita akan menduplikasi teks yang akan digunakan. Ukuran berapa saja teks yang akan digunakan untuk titleblock yang akan kita buat. Ada 2 macam teks yaitu teks yang biasa yang nantinya tidak bisa kita ubah saat family di load ke project. Dan teks yang berupa label yang nantinya akan berubah sesuai dengan project yang kita kerjakan. Atau sebagai gambaran agar gampang Teks biasa kita gunakan untuk judul, sedangkan Teks yang berupa label adalah isinya.

                Cara menduplikasi teks maupun label sama. Yaitu pada tab Create kita pilih menu Text untuk membuat teks biasa atau Label untuk membuat teks label

                Kemudian di windows properties kita click Edit Type


                Kemudian kita bisa menduplikasi Text/Label dengan mengisi parameter- parameter yang ada

                Kita akan menuju langkah selanjutnya setelah membuat duplikasi Text dan Label. Saya menduplikasi teks ukuran 5mm 3mm dan 1.5mm baik untuk Text maupun Label.  Defaultnya sudah ada 8mm dan 12mm.

                Kemudian kita juga akan mengedit dimensi  agar mudah untuk kita baca. karena default text untuk dimensi 3mm. Caranya mirip dengan edit text maupun label. Yaitu kita klik tab modify kemudian measure. Setelah itu kita duplikat dan isi parameter sesuai keingina kita.

                Saya hanya merubah ukuran font dan warnanya saja. Teman – teman bisa merubah sesuai dengan yang kalian inginkan. Karena ini hanya untuk mempermudah membaca saja.

                Kita akan membuat title block untuk cover dulu. Di cover ini akan ditampilkan logo, nama proyek, alamat proyek dan status. Teman – teman bisa menambahkan yang lainnya. Kita masukkan gambar logo terlebih dahulu. Caranya klik tab Insert kemudian import image.

                Kemudian kita akan memasukkan nama proyek dengan ukuran teks 12mm. Kita tidak menggunakan text melainkan menggunakan label agar bisa dirubah dengan mudah dan cepat. Caranya klik tab Create lalu Label

                Pada jendela Type selector kita pilih Label yang 12 mm

                Setelah iku kita klik di area gambar. Akan muncul jendela Edit Label. Nah disinilah teman – teman bisa memilih parameter Label yang akan digunakan. Untuk ukuran 12mm saya hanya gunakan untuk Nama proyek. Maka akan saya pilih parameter Project Name, kemudian klik panah ke kanan, lalu isi sample value.

                Kemudian kita clik OK. Nah kita bisa mengatur posisi teks dari Label ini di jendela properties

                Kemudian dibawahnya kita pakai Label 8mm untuk alamat proyek dan status proyek. Untuk memisahkan alamat proyek dan status proyek jangan lupa untuk centang break di label para meter.

                Setelah selesai semua, kita atur dan kita tambahkan invisible line untuk mendapatkan titik tengah. Setelah itu kita group logo label dan juga invisible line. Untuk bikin groupnya, select semua obyek yang akan di group lalu click create group.

                Setelah itu kita akan membuat parameter untuk jenis kertas.  Pertama kita letakkan group yang sudah kita buat di tengah – tengah kertas. Lalu beri dimensi seperti yang ditunjukkan di gambar.

                Yang perlu diperhatikan adalah dimensi no 1 , 2 dan 3 lalu no 4, 5 dan 6 masing – masing dibuat sendiri. Sedangkan dimensi no 7a, 7b dan 8a, 8b  continues.

                Kemudian ini caranya untuk membuat parameternya. Kita clik dimensi no 1 kemudian click create parameter pada menu Label Dimension

                Kemudian akan muncul jendela Parameter Properties.  Kita beri nama margin1 kemudian jenisnya kita pilih Type. Setelah itu click OK.

                Langkah selanjutnya sama. Kita beri nama dan pilih type. Untuk margin atas, bawah dan kanan. Karena jarak harus sama maka mereka adalah 1 parameter . Kita tinggal pilih para meternya jika sudah dibuat. Misal dimensi no 3 sudah kita buatkan parameternya margin2. Maka ketika kita clik dimensi no 4 kita tinggal pilih labelnya di menu Label Dimension.

                Parameter yang kita buat untuk dimensi adalah seperti dibawah ini.

                • 1 = margin1
                • 3,4,6 = margin2
                • 2 = lebar_gambar
                • 9 = lebar_kertas
                • 5 = tinggi_gambar
                • 10= tinggi_kertas

                Sedangkan untuk dimensi 8 dan 7 tidak kita buatkan parameter tapi kita buat equal. Caranya kita clik dimensi no 7 atau no 8 lalu ada symbol EQ dicoret kita click. Sehingga symbol EQ tidak tercoret lagi dan angka dimensi berubah menjadi huruf EQ.

                Setelah semua selesai, kita akan membuat parameter jenis kertas. Caranya clik Create – Properties – Family Types.

                Kemudian akan terbuka jendela Family Types dan kita click pada New Type

                Kemudian kita beri nama Titleblock_A1. Kemudian kita click new type lagi dan kita beri nama Titleblock_A2. Nah disinilah kita akan rubah angka – angka parameter yang ada sesuai dengan kertas A2.  Untuk kertas A0 kita bisa merubah margin 1 menjadi 30 dan margin 2 menjadi 15 biar agak bagusan.

                Setelah itu kita clik OK dan selesailah kita membuat Titleblock untuk cover gambar. Tinggal kita load di project yang akan kita buat. Caranya akan saya tuliskan di artikel selanjutnya yang akan membahas juga tentang membuat Titleblock untuk gambar

                Posted on

                Revit Template Start from Scratch

                Setelah beberapa bulan idle karena buntu bagaimana untuk memulai blog ini. Maka akhrinya saya menemukan ide bagaimana akan memulai mengisi blog ini. Jika kita membaca blog tutorial atau melihat video tutorial yang sudah ada, kebanyakan tutorial Revit akan dimulai dengan bagaimana kita memulai sebuah model. Nah untuk itu saya tidak akan memulainya dengan hal ini. Saya akan memulai dengan bagaimana kita memulai menjadi drafter/modeler Revit.

                Untuk itu kita akan memulai dengan persiapan – persiapanya. Persiapan ini adalah kita membuat Template Revit.  Mengapa Template Revit sangat perlu dalam modeling revit? “Senjata” revit untuk modeling sebuah bangunan adalah di family – familinya. Sedangkan senjata untuk memproduksi gambar teknik di Revit adalah template, baik itu view template, title block, schedule, annotation dll. Tentunya kita nanti akan dihadapkan pada dinamika design selama project berlangsung. Kita pasti akan dihadapkan dengan perubahan – perubahan design. Jika kita memulai project tanpa template pasti akan kesusahan dalam pembuatan model maupun produksi gambar di Revit.

                Mengapa harus membuat Revit template start from scratch. Tujuan saya adalah agar kita bisa mendalami bagaimana cara kerja kita dalam menggunakan revit. Contohnya jika kita tidak mengetahui bagaimana merubah symbol section tentu akan kesusahan menggantinya. Atau dalam title block kita akan menambah teks – teks yang berupa label tanpa mengetahui shared parameter tentunya akan buntu walaupun kita sudah bisa masuk ke edit family title block.

                Nah untuk Revit Template Start from Scratch ini tentunya tidak bisa saya tulis dalam 1  artikel. Karena akan banyak hal yang akan kita lakukan nanti. Setiap hal tersebutakan saya jadikan 1 artikel. Daftar yang akan kita kerjakan nanti adalah seperti ini :

                1. Membuat title block untuk cover sheet yang berisi project information
                2. Membuat title block untuk gambar, membuat keyplan dan load ke project.
                3. membuat family balok, kolom , pondasi
                4. duplicat system family floor/wall
                5. membuat family annotation grid head, section head, section head, spot elevation, level head
                6. membuat family view name, cloud symbol
                7. membuat family view ref. tag, multi category tag
                8. Membuat line style, fill patern , edit arrow, setting dimensi, setting section head
                9. membuat family profile untuk slab composite, slab edge, dll
                10. membuat filter
                11. membuat folder ( menambah folder dengan shared parameter)
                12. membuat schedule untuk sheet list, notasi tag
                13. membuat view template
                14. start view berupa cover sheet, general notes,
                15. merapikan shared parameter

                Template yang akan kita buat nanti adalah template untuk structure sesuai dengan disiplin pekerjaan saya. Namun secara garis besarnya sama, yang membedakan hanyalah family, filter, schedule, view template. Namun perbedaan ini bukan perbedaan cara membuatnya tetapi perbedaan elemen family, elemen apa yang di filter, elemen yang akan dibuatkan schedule juga elemen apa yang disembunyikan dan dimunculkan di view template. Intinya apa yang akan kita kerjakan nanti bisa diterapkan untuk membuat template Architecture, Structure maupun MEP.

                Posted on